Total Tayangan Halaman

Selasa, 16 Agustus 2011

LAPORAN PRAKTIKUM ENZIM KATALASE


A.   Tujuan :
Mengamati pengaruh berbagai macam substrat pada reaksi enzim katalase dengan H2O2
B.   Alat/Bahan :

1.    Tabung reaksi
2.    Rak tabung reaksi
3.    Mortar dan martil
4.    Beaker glass
5.    Thermometer
6.    Pipet
7.    Pisau
8.    Penggaris
9.    Pembersih

10. Hati ayam/ jantung ayam / ginjal ayam
11. DagingSapi
12. Ketela rambat
13. Kentang
14. H2O2
15. Air dingin/es


C.    Cara Kerja         :
1. Mengambil  beberapa tabung reaksi. Kemudian,Memberi tanda garis dari dasar tabung setinggi 1 cm .
2. Setela itu, menyiapkan  gerusan hati/jantung/ ginjal, daging sapi,  ketela rambat, singkong  dan kentang. Lalu menempatkannya dalam tabung reaksi I dan ke II hingga ketinggian  1 cm.
3. Tabung ke II direndam pada beaker glas yang berisi es batu selama 3 menit dan di  ukur suhunya .
4. Menambahkan  H2O2  sebanyak 6 tetes  hingga tanda garis.
5. Mengukur ketinggian busa/ gelembung gas pada masing-masing tabung reaksi yang berisi substrat.
6. Mencuci peralatan-peralatan yang telah digunakan dengan pembersih.
7. Mencatat data hasil pengamatan dalam bentuk tabel.
8. Menarik kesimpulan dari percobaan yang telah dilakukan.

D.   Hasil Pengamatan
No
Nama Bahan
Tinggi Gelembung (cm)
Suhu tabung setelah ditetesi
Suhu Ruangan 26°C
( Tabung 1 )
Suhu Es 8°C

( Tabung 2 )
Tabung 1
Tabung 2
1.
Singkong
5 cm
4 cm
Panas
Panas
2.
Ketela Rambat
7 cm
6 cm
Panas
Panas
3.
Kentang
8 cm
6 cm
Panas
Panas
4.
Hati Ayam
19 cm
14 cm
Panas
Panas
5.
Daging Sapi
5 cm
4.2cm
Panas
Panas





E.   PERTANYAAN:
1. Jelaskan hasil pengamatanmu!
2. Bagaimana pengaruh suhu  terhadap kerja enzim?
3. Bagaimana pengaruh substrat terhadap kerja enzim?
4. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kerja   enzim.
5.  Apa kesimpulan dari percobaan tersebut?


Jawab         :
1.    Hasil Pengamatan        :
Setelah ekstrak hati, daging sapi,  ketela rambat, singkong  dan kentangditambah peroksida akan muncul gelembung-gelelmbung gas. Dikarenakan pada saat ekstrak tersebut ditambah peroksida, peroksida akan terurai menjadi H2O dan O2. Gelembung yang dihasilkan oleh ekstrak hati lebih banyak di banding dengan ekstrak lainnya. Ini dikarenakan di dalam sel-sel hati memiliki banyak organel peroksisom yang memproduksi enzim katalase. Hal ini berkaitan dengan fungsi hati sebagai penawar racun.
2.    Temperatur(suhu) sangat berpengaruh dalam kerja enzim katalase. Sehubungan dengan pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim, semakin meningkat suhu, aktivitas enzim akan semakin meningkat.Suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan denaturasi protein, dan suhu yang terlalu rendah dapat menghambat reaksi.
3.    Jika enzim terlalu sedikit, sedangkan jumlah substrat banyak, reaksi akan berjalan lambat sampai batas tertentu. Semakin banyak enzim, reaksi akan semakin cepat. Agar reaksi berjalan optimal, maka perbandingan antara jumlah enzim dan substrat harus sesuai.

4.    Faktor – Faktor yang mempengaruhi kerja enzim          :
a)     Temperatur (suhu)
b)     Konsentrasi Enzim dan Substrat
c)      pH
Kerja enzim juga dipengaruhi oleh pH. Perubahan pH dapat mempengaruhi perubahan asam amino kunci pada sisi aktif sehingga menghalangi penggabungan sisi aktif dengan substratnya.
d).  Inhibitor Enzim
Inhibitor merupakan zat yang menghambat kerja enzim.


5.    Kesimpulan
ü  Substrat (H2O2 ) yang ditambahkan pada ekstrak tertentu dirombak menjadi substansi yang tidak berbahaya yaitu berupa air dan oksigen.
ü  Suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan denaturasi protein dan suhu yang terlalu rendah dapat menghambat reaksi.
ü  Enzim terlalu sedikit sedangkan substrat banyak, reaksi akan berjalan lambat. Semakin banyak enzim, reaksi semakin cepat.
semakin rendah konsentrasi substrat semakin lambat pula terjadinya reaksi antara enzim katalase dan substratnya (Peroksida). Semakin tinggi konsentrasi substrat semakin cepat pula terjadinya reaksi antara enzim katalase dan substratnya (Peroksida).

Rancangan Percobaan praktikum Uji engaruh Kadar Air Terhadap Laju Pertumbuhan (Perkecambahan) Biji Jagung




Pengaruh Kadar Air Terhadap Laju Pertumbuhan (Perkecambahan)
Biji Jagung

A.   Tujuan
Mengetahui pengaruh air terhadap laju pertumbuhan atau perkecambahan biji jagung.
  1. Landasan teori
Air sangat penting bagi pertumbuhan tumbuhan.tumbuhan memerlukan air untuk :
1.      Menentukan laju fotosintesis.
2.      Sebagai medium berbagai reaksi enzimatis.
3.      Membantu dan mempercepat proses perkecambahan biji.
4.      Sebagai pelarut universal.
5.      mengangkut unsur hara maupu hasi fotosintesa.
Proses air membantu perkecambahan:
Air masuk secara imbibisi             kulit biji menjadi lunak           perkembangan embrio dan endosperma                  kulit biji pecah, radical keluar.
  1. Alat
1.         3 buah gelas plastic
2.         Kapas
3.         Penggaris
4.         Alat tulis
  1. Bahan
1.      20-30 biji jagung
2.      Air
  1. a.    Variabel bebas    : Air
b.    Variabel terikat  : 1. Perkecambahan
  2. Pertumbuhan; meliputi tinngi batang, panjang daun, jumlah daun, panjang akar pokok.
  3. Perkembangan; meliputi kualitas tanaman.
c.    Variabel control  : 1. Intensitas cahaya
                                      2. Media penanaman
                                      3. Jumlah kapas / tinggi kapas
                                      4. Jenis biji
  1. Cara kerja
1.      Siapkan alat dan bahan.
2.      Cuci bersih gelas plastik.
3.      Rendam biji jagung selama ± 10 menit, ambillah biji yang berada di dasar air (tenggelam).
4.      Siapkan kapas dengan ketinggian yang sama.
5.      Basahi kapas menggunakan air, kemudian masukkan ke 3 gelas plastic.
6.      Semaikan biji jagung yang telah direndam ke dalam 3 gelas plastik, masing-masing gelas berisi 5-7 biji.
7.      Beri label pada masing-masing gelas plastic, dengan label A, B dan C.
8.      Letakkan semua gelas plasti pada tempat yang terkena cahaya matahari dengan intensitas yang sama.
9.      Lakukan penyiraman setiap hari dengan aturan :
Gelas A     : disiram sebanyak 5 tetes air.
Gelas B     : disiram sebanyak 15 tetes air.
Gelas C     : tidak disiram.
10.  Lakukan pengamatan tiap hari selama 5-7 hari.
11.  Catatlah hasil pengamatan dalam bentuk table pengamatan.
  1. Tempat           : ruang terbuka (pekarangan)
Hari/tgl            : Minggu, 24 juli 2011





praktikum uji pengaruh air terhadap perkecambahan biji kedelai


Pengaruh Kadar Air Terhadap Laju Pertumbuhan (Perkecambahan)
Biji Kedelai

A.   Tujuan
Mengetahui pengaruh air terhadap laju pertumbuhan atau perkecambahan biji kedelai.
B.   Landasan teori
Air sangat penting bagi pertumbuhan tumbuhan.tumbuhan memerlukan air untuk :
1.      Menentukan laju fotosintesis.
2.      Sebagai medium berbagai reaksi enzimatis.
3.      Membantu dan mempercepat proses perkecambahan biji.
4.      Sebagai pelarut universal.
5.      Mengangkut unsur hara maupun hasil fotosintesa.
Proses air membantu perkecambahan:
Air masuk secara imbibisi             kulit biji menjadi lunak           perkembangan embrio dan endosperma                  kulit biji pecah, radical keluar.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkecambahan biji antara lain :
a.       Faktor internal
1.      Gen
2.      Hormon

b.      Faktor eksternal
1.        Air
2.        Cahaya matahari
3.        Suhu
4.        Nutrient
5.        Ph
6.        Ketinggian tempat
7.       
8.       
9.        Kelembapan
10.    Angin


A.    Alat

1.         3 buah gelas plastic
2.         Kapas
3.         Penggaris
4.         Paku
5.         Lilin
6.         Korek api
7.         Alat tulis

B.     Bahan
1.      20-30 biji kedelai
2.      Air
C.    Cara kerja
1.      Menyiapkan alat dan bahan.
2.      Mencuci bersih gelas plastik. Kemudian, lubangi ketiga gelas plastic menggunakan paku yang telah di panaskan.
3.      Merendam biji kedelai selama ± 10 menit, kemudian mengambil biji yang berada di dasar air (tenggelam) untuk disemaikan pada kapas.
4.      Menyiapkan kapas dengan ketinggian yang sama.
5.      Membasahi kapas menggunakan air, kemudian memasukkan ke 3 gelas plastik.
6.      Menyemaikan biji kedelai yang telah direndam ke dalam 3 gelas plastik, masing-masing gelas berisi ± 5-7 biji.
7.      Memberi label pada masing-masing gelas plastic, dengan label A, B dan C.
8.      Meletakkan semua gelas plastik pada tempat yang terkena cahaya matahari dengan intensitas yang sama.
9.      Melakukan penyiraman setiap hari dengan aturan :
Gelas A     : disiram sebanyak 5 tetes air.
Gelas B     : disiram sebanyak 15 tetes air.
Gelas C     : tidak disiram.
10.  Melakukan pengamatan tiap hari selama 5-7 hari.
11.  Mencatat hasil pengamatan dalam bentuk tabel pengamatan.

Nb : pelubangan dimaksudkan agar air yang disiramkan tidak merendam tanaman.
D.    Pelaksanaan Percobaan
Tempat            : ruang terbuka (pekarangan)
Waktu                         : 24 – 30 Juli 2011
E.     Variabel
Variabel bebas            : Air
Variabel terikat          : 1. Perkecambahan
  2. Pertumbuhan; meliputi tinngi batang, panjang daun, jumlah      daun, panjang akar pokok.
                                      3. Perkembangan; meliputi kualitas tanaman.
Variabel control         : 1. Intensitas cahaya
                                      2. Media penanaman
                                      3. Jumlah kapas / tinggi kapas
                                      4. Jenis biji
F.     Pertanyaan
1.      Bagaimana pengaruh air terhadap proses perkecambahan biji?
2.      Bagaimana pengaruh air terhadap pertambahan tinggi tunas/batang biji serta kapan tunas mengalami pertambahan tinggi yang sangat cepat?
3.      Termasuk type apakah perkecambahan biji kedelai?
4.      Berapa kecepatan rata-rata pertambahan tinggi dari masing-masing gelas?

G.    Tabel hasil pengamatan

Table hasil pengamatan perkecambahan biji kedelai :
Waktu palaksanaan
Kondisi dan Pertambahan tinggi kecambah pada
Gelas A
(tanpa diberi air)
Kondisi dan Pertambahan tinggi kecambah pada Gelas B
(diberi air 5 tetes)
Kondisi dan Pertambahan tinggi kecambah pada
Gelas C
(diberi air 15 tetes)

Senin,
25 Juli 2011
Mulai penanaman biji kedelai.
Tinggi : 0
Mulai penanaman biji kedelai.
Tinggi : 0
Mulai penanaman biji kedelai.
Tinggi : 0
Selasa,
26 Juli 2011
Kulit biji belum mengelupas dan belum muncul tunas
Kulit biji mulai megelupas dan mulai tumbuh tunas
Panjang tunas : 0.2 cm
Kulit biji mulai megelupas dan mulai tumbuh tunas
Panjang tunas : 0.4 cm
Rabu,
27 Juli 2011
Muncul tunas
Panjang tunas : 0.2 cm
Tunas tumbuh menjadi batang dengan tinggi : 0.7 cm
Tunas tumbuh menjadi batang dengan tinggi : 1 cm
Kamis,
28 Juli 2011
   Tinggi tunas : 0.2 cm
Tinggi batang : 1,5cm
Mulai muncul pucuk daun
Tinggi batang : 2,1 cm
Jumat,
29 Juli 2011
Tinggi tunas : 0.2
Biji tampak kering dan mengeriput
Mulai muncul pucuk daun
Tinggi batang : 2,3 cm
Tumbuh 2  daun
Tinggi batang : 3.8 cm
Sabtu,
28 Juli 2011
Tunas menjadi keriput
Tumbuh 2  daun,
Batang menjadi kurus
Tinggi batang : 4.5cm
Batang menjadi kurus. Warna daun menjadi hijau muda
Tinggi : 6.2 cm
Minggu,
29 Juli 2011
Tunas mengering dan layu
Daun berwarna hijau muda, batang menjadi kurus
Tinggi batang : 7 cm
Daun menjadi 4, berwarna hijau muda
Batang kurus
Tinggi : 8.9 cm
Senin,
30 Juli 2011
Tunas kering dan mati
Daun menjadi 4, berwarna hijau muda
Batang kurus
Tinggi : 10 cm
Daun berjumlah 4, berwarna hijau muda
Batang kurus
Tinggi : 12.5 cm
Keterangan :
Pada hari Sabtu-Senin gelas plastik berada di tempat yang tidak terkena cahaya matahari sehingga mengalami etiolasi.
            Jawaban :
1.      Pengaruh air terhadap perkecambahan biji kedelai
Air membantu mempercepat proses perkecambahan biji. Berdasarkan table pengamatan, biji yng disiram dengan air yang lebih banyak lebih cepat berkecambah dibanding dengan biji yang diberi air lebih sedikit dan yang tidak disiram air.
2.      Pengaruh air terhadap pertambahan tingggi tunas
Perbedaan jumlah air yang disiramkan pada biji mengakibatkan perbedaan tinggi batang/tunas tiap gelas. Biji yang disiram air lebih banyak, tinggi batangnya lebih tinggi dibanding dengan yang diberi air sedikit dan tidak diberi air. Selain itu, biji yang tidak diberi air mengakibatkan biji keriput, pertumbuhan tunas berhenti, bahkan tunas menjadi layu dan mati.
Berdasarkan hasil pengamatan, pertambahan tinggi yang sangat cepat terjadi pada tiga hari terkhir percobaan. Yaitu hari Sabtu-Senin.
3.      Perkecambahan biji kedelai termasuk perkecambahan epigeal karena kotiledon dan plumula terangkat ke atas permukaan kapas.
4.      Kecepatan rata-rata pertumbuhan
Gelas A           :  0,175 cm/hari
                        Gelas B           :  3,275 cm/hari
                        Gelas C           :  4,363 cm/hari

H.    Simpulan
Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan, dapat di simpulkan :
1.    Air dapat mempercepat proses perkecambahan pada suatu biji. Biji yang diberi air lebih banyak, lebih cepat berkecambah dibanding dengan yang diberi air sedikit maupun tidak diberi air.
2.    Kadar/jumlah air yang diberikan mempengaruhi tinggi kecambah, sehingga lama proses perkecambahan dan panjang batang dari masing-masing gelas berbeda-beda.
Biji yang tidak diberi air mengakibatkan biji keriput, pertumbuhan tunas berhenti, bahkan tunas menjadi layu dan mati.
Tunas mengalami pertambahan tinggi yang sangat cepat pada 3hari terakhir, karena mengalmi etiolasi.
Ciri-ciri tanaman yang mengalami etiolasi :
a.         Daun berwarna hijau muda (tampak pucat).
b.         Tanaman tumbuh sangat cepat, batang tinggi dan kurus.
3.    Perkecambahan biji kedelai termasuk dalam jenis perkecambahan Epigeal.
4.    Kecepatan rata-rata pertumbuhan
Gelas A           :  0,175 cm/hari
                        Gelas B           :  3,275 cm/hari
                        Gelas C           :  4,363 cm/hari









                                                                                                               Pembimbing :


                                                                                                            Drs. Agus Sumino
                                                                                                  NIP. 19650813 199203 1 004